Kamis, 12 April 2007 - 09:33 wib
BERITALAIN
Seni Melakukan Kencan Ganda
Acara kencan tidak harus selalu diisi oleh dua orang, sesekali melakukan double date dengan sahabat seru juga lho.

Diet? Baca Dulu yang Ini
Menurut riset terbaru diet justru beresiko terhadap kesehatan, selain itu dibutuhkan waktu lama untuk menurunkan berat badan.

Pilah-Pilih Rok yang Cocok
Tidak banyak orang beruntung memiliki tubuh sempurna. Tetapi, dengan pilihan rok yang tepat, kekurangan tubuh bisa tersamarkan.







Selulit Ancam Si Langsing



Selulit dulu dikenal sebagai masalah akibat kegemukan. Namun, kini cenderung dihadapi penggemar senam kebugaran dengan alat dan pemakai sepatu hak tinggi. Selain selulit, pengancam keindahan tubuh wanita lainnya adalah stretch mark atau bilur yang kerap timbul pada wanits hamil.

Selulit sebenarnya tak berhubungan dengan berat badan, karena juga bisa terjadi pada orang langsing. Hanya saja, orang dengan berat badan sangat berlebih (obesitas) yang dipicu fast food berlemak tinggi lebih berisiko daripada yang langsing.

Penyebab selulit adalah timbunan lemak yang menumpuk dan mendesak ke kulit bagian atas (lapisan dermis dan epidermis) yang pembatasnya terbuka karena rusak. Permukaan kulit pun menjadi bergelombang bak kasur kapuk atau kulit jeruk.

Umumnya selulit terbentuk di kulit paha, bokong, dan perut karena ketiga bagian itu yang jarang bergerak plus dipicu faktor keturunan, perubahan hormon, gaya hidup, dan penambahan berat badan. Faktor keturunanlah yang menjawab mengapa ada sejumlah orang yang mudah membentuk selulit.

Pada wanita hamil selulit terjadi gara-gara peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron secara drastis hingga menghasilkan lebih banyak lemak dan menyimpannya untuk melindungi janin. Gaya berbusana yang menuntut pemakaian sepatu hak tinggi untuk menambah kesan anggun membuat beban jaringan penunjang lemak (dermis) bertambah. Daya tahannya lama-lama menurun, hingga lemak lebih mudah masuk ke dermis hingga timbul selulit.

Tanpa Suntikan 
Walau berbeda, cara mengatasi selulit dan bilur itu serupa. Mesti diatasi secara terpadu dengan melibatkan obat luar, pijat, penyinaran, perbaikan pola gizi, dan gaya hidup. Menanggapi menjamurnya klinik dan pusat kecantikan di kota-kota besar yang menawarkan berbagai paket pengobatan dan tindakan dengan suntikan, penyinaran, dan peralatan modern berbiaya tinggi, dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, Sp.KK(K) dari Klinik SamMarie Wijaya, Jakarta Selatan mengingatkan, "Jadilah pasien cerdas."

Peringatan dr. Tjut Nurul itu merujuk pernyataan Marc R. Avran, M.D., pengajar dermatologi di Weill-Cornell Medical School, dalam buku Color Atlas of Cosmetic Dermatology (McGraw Hill, 2007). Di halaman 42 Avran menulis, "Sebagian besar pengobatan selulit yang menunjukkan hasil positif hanyalah merupakan contoh dalam jumlah kecil yang tak menunjukkan data ilmiah berarti".

Selain itu, "Banyak tawaran pengobatan clan tindakan itu yang belum masuk dalam kurikulum dokter spesialis kulit Indonesia," tambah Tjut Nurul. Beberapa bahkan berbahaya. Yang dianggap positif menjanjikan itu laser dan sumber cahaya lain.

"Di klinik saya memang tak tersedia peralatan modern, tapi bisa saja saya rujuk ke klinik lain atas permintaan pasien. Contohlah pasien asing, baik bule atau Asia macam Jepang dan Korea. Mereka teliti dan hati-hati mempelajari jenis perawatan, dan selalu memilih yang teraman dan termurah. Sementara ada pasien Indonesia yang sampai menghabiskan Rp 60 juta untuk mengatasi jerawat yang sebenarnya tak terlalu kentara amat."

Ada beragam cara menghilangkan selulit. Pertama dengan obat luar yang dioleskan atau suplemen yang disuntikkan. Obat luar berupa salep atau krim bekerja untuk menghancurkan lemak.

Krim methylxantine yang mengandung kafein, serta teotilin dan aminotilin yang biasa dipakai sebagai obat antiasma untuk membuka saluran napas, selain menghancurkan lemak juga mengantarkan air yang terjebak dalam lemak untuk kembali ke pembuluh darah.

Sel lemak dehidrasi ini akan mengeriput, hingga gelombang di permukaan kulit pun herkurang. Ada asam laktat untuk memperbaiki epidermis, juga ramuan herbal ginkgo biloba, sweet lover, barley, dan ivy yang mengandung xantine.

Terapi karboksi yang menyunukkan CO2 ke tubuh akan merangsang pembentukan sel kulit mati, membentuk sel baru dan mencegah selulit. Mirip dengan terapi ion ozon, cuma di sini digunakan O3 (oksigen murni atau ozon) yang merupakan paduan O2 dan CO2.

Yang kini dipopulerkan lagi adalah mesotherapy yang bersifat lipolisis, menghancurkan lemak. Diperkenalkan lebih dari 50 tahun yang lalu di Prancis sebagai perawatan penghilang lemak, peremajaan wajah, dan perawatan keriput, terapi ini masih dalam tahap trial and error. Perawatan ini tanpa bedah, bisa dengan atau tanpa suntikan mesogun. lni bukan sembarang alat suntik, sebab yang dimasukkan adalah cairan sari kedelai. Rata-rata satu paket perawatan macam ini enam kali tindakan dengan pantangan berjemur, mandi air panas, dan olahraga berat setelahnya.

Jika takut disuntik ataupun bedah, terapi lain bisa dicoba. Misalnya liposonic plus yang menggunakan ultrasound untuk memecah dan mengangkat timbunan lemak di lapisan dalam kulit. Plusnya adalah terapi vakum yang dapat memperbaiki aliran limpa, mengurangi pengumpulan cairan antarsel, dan gejala selulit. Efek panas ke dalam jaringan merangsang pertumbuhan kolagen, sedangkan ge- taran tinggi yang keluar dari alat laksana memijat.

Efek pijatan untuk memperlancar peredaran darah dan menghancurkan lemak pun bisa diperoleh dari alat-alat yang diproduksi oleh sebuah perusahaan di Inggris. Ada sepatu antiselulit, celana antiselulit, stocking yang bisa memijat, serta celana jin antiselulit. Semua tentu harus dipakai kalau mau memperoleh manfaatnya.

Kalau risi memakainya, bisa dicoba Louis Paul Gity Endomology. Ini alat pemijat seperti silinder yang berputar karena gerakan elektris. Tujuannya memperkuat jaringan ikat dan meningkatkan peredaran darah, hingga kulit kencang bebas selulit karena lemak didorong kembali ke tempat semula.

Merah bisa pulih
Sedangkan bilur terjadi karena peregangan kulit mendadak, hingga permukaan kulit menipis atau menghilang. Bilur atau cekungan muncul di permukaan kulit, biasanya dialami oleh wanita hamil di seputar perut dan bagian-bagian tubuhnya yang "membengkak", seiring usia kandungannya.

Pria maupun wanita usia 17 - 20-an tahun yang berat badannya terns merangkak naik hingga terjadi peregangan kulit di seputar pangkal paha dan bokong pun tag luput dari bilur. Belakangan, bilur-bilur di sekitar lengan atas ini dialami orang-orang muda yang menggunakan peregang lengan di pusat kebugaran untuk membentuk otot biseps dan triseps.

Bilur tak ada hubungannya dengan lemak, karena terjadinya di lapisan dermis (kulit jangat), di bawah epidermis (kulit terluar, kulit ari). Awalnya pembuluh darah masih mencoba memperbaiki diri, jadi terlihat merah, lama-lama mengalami vasokonstriksi, pembuluh darahnya keriput dan memutih. Bilur memutih menandakan pembuluh darahnya nyaris mati.

Untuk bilur, makin dini disadari dan ditangani akan lebih mudah diatasi. Terlebih kalau bilurnya masih merah ada harapan untuk pulih, yakni dengan obat perangsang pembentukan jaringan elastik dan kolagen. Obatnya bisa berupa pelembab, salep, atau krim. Ada yang mengandung kolagen elastin yang merupakan turunan asam vitamin A.

Pada ibu hamil yang rentan terhadap bilur, kulitnya perlu diberi krim agar Iebih lembap. Pemberian krim yang umumnya mengandung vitamin A ini diharapkan bisa merangsang pertumbuhan kolagen untuk menambal cekungan dari dalam. Sayangnya, mesti konsultasi dulu dengan dokter kandungan sebab pemberian krim ini masih menjadi perdebatan, terutama menyangkut efeknya terhadap janin.

Bila bilurnya sudah memutih, yang bisa dilakukan hanya mengurangi perbedaan warna bilur putih dengan kulit di sekitarnya. Untuk bilur putih, dokter kulit akan melakukan tindakan dengan metode laser untuk membangunkan pembuluh darah yang "keriput". Sayangnya, sampai kini belum ada cara yang bisa memulihkan kulit yang terkena bilur putih. Sama seperti pengobatan untuk selulit yang tidak bisa menjamin 100%.

Yang patut diperhatikan, ternyata selulit dan bilur ini kerap disalahkaprahkan. "Bukan saja oleh kalangan awam, bahkan oleh sejawat dokter," ujar dr. Tjut Nurul.



Sumber: Intisari