Persaingan di segmen truk mini berkabin ganda yang menggunakan sistem penggerak empat roda semakin mengasyikkan untuk diikuti. Setelah PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors meluncurkan Mitsubishi Strada Triton dan PT Mazda Motor Indonesia meluncurkan Mazda BT50, maka dalam waktu dekat PT Nissan Motor Indonesia akan meluncurkan Nissan Frontier Navara.
Tawaran untuk mencoba Nissan Frontier Navara sulit untuk dilewatkan begitu saja. Keinginan untuk membandingkan antara Nissan Frontier Navara dan Nissan Frontier pendahulunya memaksa Kompas untuk segera menerima tawaran tersebut. Mengingat Kompas pernah menggunakan Nissan Frontier dalam program Lintas Timur-Barat Kompas 2005, dari Atambua di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste sampai ke Banda Aceh di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Sayangnya, nomor polisi mobil tersebut belum keluar sehingga Kompas harus puas dengan mencoba mobil itu di area uji jalan, di pabrik perakitan Nissan, di kawasan industri Karawang.
Setelah menunggu sejenak, tampak Nissan Frontier Navara yang baru saja keluar dari pabrik perakitan memasuki area uji jalan. Berbeda dengan Nissan Frontier yang dikendarai dua tahun lalu yang menggunakan persneling manual, Nissan Frontier Navara menggunakan persneling otomatik dengan 5 tingkat kecepatan.
Tanpa membuang-buang waktu, Nissan Frontier Navara langsung dikendarai menuju lintasan uji jalan. Kecepatan pun dengan cepat ditingkatkan hingga 100 kilometer per jam, sebelum menginjak pedal rem untuk menurunkan kecepatan menjelang tikungan tajam di ujung lintasan. Tikungan tajam pun dilalui dengan mantap.
Kesan yang segera muncul adalah Nissan Frontier Navara asyik dikendarai. Pengendalian (handling) dan pengendaraannya meningkat dibandingkan dengan pendahulunya. Suspensi pun mengalami peningkatan. Permukaan jalan berbatu-batu, bergelombang, dan berlubang di sana-sini dilalui Nissan Frontier Navara dengan lembut, walaupun jarum spidometer menunjukkan kecepatan 70 kilometer per jam.
Meskipun mesin diesel yang disandang berkapasitas 2.5 Liter, lebih kecil daripada pendahulunya, Nissan Frontier, yang menyandang mesin diesel berkapasitas 3.0 Liter, tetapi Nissan Frontier Navara lebih bertenaga dan responsif.
Dalam keadaan normal, Nissan Frontier Navara menggunakan penggerak dua roda (2WD). Berbeda dengan Nissan Frontier, di mana penggerak empat roda (4WD) dioperasikan lewat tangkai gardan ganda yang terletak di samping tangkai persneling, pada Nissan Frontier Navara, penggerak empat roda dioperasikan dengan memutar tombol (switch) di dashboard. Perpindahan tersebut dapat dilakukan dalam keadaan mobil sedang melaju (on the fly).
Penggunaan teknologi commonrail membuat tenaga dan torsi yang dihasilkan mesin diesel yang disandang Nissan Frontier Navara menjadi yang tertinggi di segmennya. Dengan tenaga maksimum 172 PK pada 4.000 rpm dan torsi maksimum 373 Nm pada 2.000 rpm, posisi Nissan Frontier Navara jauh di depan Ford Ranger, Mitsubishi L200 Strada, Mazda BT50, Toyota Hilux, dan Isuzu Dmax.
Namun, penggunaan teknologi commonrail menjadikan harga jual Nissan Frontier Navara lebih mahal ketimbang para pesaingnya. Belum lagi, teknologi commonrail pun idealnya menggunakan solar yang berkadar sulfur (belerang) rendah, seperti Pertamina Dex atau solar yang dijual di SPBU milik Shell atau Petronas.
Dua hal tersebut dikhawatirkan akan membuat Nissan Frontier Navara sulit bersaing di segmen truk mini berkabin ganda 4 x 4.
Segmen baru
Segmen truk mini berkabin ganda 4 x 4 adalah segmen baru di Indonesia. Adalah PT Ford Motor Indonesia yang pertama kali memboyong Ford Ranger pada tahun 2002. Truk mini berkabin ganda 4 x 4 dengan cepat menjaring penggemar, terutama di Sumatera dan Kalimantan, tepatnya di area perkebunan dan pertambangan.
Walaupun Ford Ranger adalah truk mini berganda 4 x 4 pertama di Indonesia, tetapi kepopulerannya dikalahkan oleh Mitsubishi L200 Strada. Tampaknya nama besar Mitsubishi di Reli Dakar, ajang reli terganas di dunia, dan reputasi truk dua ton Mitsubishi Fuso, yang dikenal dengan nama Si Kepala Kuning, sulit diabaikan.
Sampai Juli 2007, angka penjualan truk mini berkabin ganda 4 x 4 tertinggi diraih oleh Mitsubishi L200 Strada dengan 2.039 unit, diikuti oleh Ford Ranger (1.094 unit), Mazda B2500 (231 unit), Isuzu DMax (117), dan Nissan Frontier (65 unit).
Nissan Frontier boleh saja berada di posisi buntut, tetapi itu tidak berarti keandalan dan ketangguhannya kalah dibandingkan dengan pesaingnya.
Kompas sempat menguji keandalan dan ketangguhan Nissan Frontier dalam program Lintas Timur-Barat Kompas 2005.
Program tersebut mencakup perjalanan dari Atambua pada 8 Oktober 2005 dan sampai di Banda Aceh pada 25 November 2005. Program berakhir di Banda Aceh setelah menempuh perjalanan sejauh 13.500 kilometer yang berlangsung selama 49 hari.
Namun, perjalanan itu belum berakhir di sana, karena dari sana (Banda Aceh) Nissan Frontier kembali dikendarai ke Jakarta. Total perjalanan yang ditempuh Nissan Frontier lebih dari 16.500 kilometer. Dan, perjalanan sejauh 16.500 kilometer itu dilalui tanpa masalah.
Semula ada kekhawatiran bahwa kualitas solar yang berbeda-beda di berbagai pelosok Indonesia akan mengganggu kelancaran program Lintas Timur-Barat Kompas 2005. Namun, kekhawatiran itu tidak terjadi. Meskipun dalam beberapa kesempatan, performa mesin terasa tidak maksimal karena rendahnya kualitas solar yang dibeli. (JL)