Perusahaan elektronik dan hiburan Jepang, Sony Corp, hari Kamis kemarin (10/7), menarik 18.000 unit notebook Vaio dari pasar karena adanya kesalahan perakitan modem yang bisa menyebabkan pengguna tersengat listrik.
Jenis notebook Vaio yang ditarik di atas telah terjual 13.000 unit di Jepang, 3.000 unit di Amerika Serikat, dan 2.000 unit di Eropa sejak diluncurkan bulan Mei lalu, demikian dikatakan Shigenori Fujita, juru bicara perusahaan tersebut.
Untuk pasar Jepang, model yang bermasalah adalah PCG-FR77E/B, PCG-FR55E/B dan PCG-FR55E. Di AS, model yang ditarik adalah PCG-FRV27 dan PCG-FRV25. Sementara di Eropa adalah model PCG-FR215S.
Adapun laptop-laptop itu ditarik karena ’nyetrum." Pengguna yang menyentuh beberapa komponen logam di bagian belakang laptop bisa terkena sengatan listrik ringan, bila dial tone dimatikan ketika mereka sedang menggunakan modem.
Modem biasanya juga akan melambat bila pengguna memakai adapter untuk menarik listrik dari luar. Beberapa kasus melambatnya modem ini memang telah dilaporkan di Jepang, namun tidak ada laporan kasus sengatan listrik.
Menurut pihak Sony, biaya penarikan ini, termasuk pengiriman dan perbaikan akan mencapai 500 juta yen atau sekitar 4,2 juta dollar AS. (AP/wsn)