Rubrik
Berita Utama
Bisnis & Keuangan
Humaniora
International
Jawa Barat
Jawa Tengah
Metropolitan
Nusantara
Olahraga
Opini
Politik & Hukum
Sosok
Sumatera Bagian Selatan
Sumatera Bagian Utara
Yogyakarta
Berita Yang lalu
Anak
Asuransi
Audio Visual
Bahari
Bentara
Bingkai
Dana Kemanusiaan
Didaktika
Ekonomi Internasional
Ekonomi Rakyat
Elektronik
Fokus
Furnitur
Ilmu Pengetahuan
Interior
Jendela
Kesehatan
Klass
Laporan Khusus Aceh Baru
Laporan Khusus Hidup Bersama Bencana
LaporanKhusus
Lingkungan
Lintas Timur Barat
Makanan dan Minuman
Muda
Musik
Otomotif
Otonomi
Pendidikan
Pendidikan Dalam Negeri
Pendidikan Informal
Pendidikan Luar Negeri
Perbankan
Pergelaran
Perhubungan
Pixel
Properti
Pustakaloka
Rumah
Sorotan
Swara
Tanah Air
Teknologi Informasi
Telekomunikasi
Teropong
Wisata
Info Otonomi
Tentang Kompas
Kontak Redaksi
Yogyakarta
Kamis, 22 November 2007

Parkir Kota
Karcis Baru untuk Cegah Kecurangan

YOGYAKARTA, KOMPAS - Masalah kecurangan juru parkir yang kerap menarik retribusi karcis seenaknya kemungkinan bisa teratasi mulai tahun 2008. Karcis parkir akan dicetak dalam bentuk baru dengan pencantuman nilai retribusi secara lebih besar sehingga masyarakat tidak akan merasa tertipu lagi.

Tidak seperti karcis parkir saat ini yang berukuran kecil, sekitar 7 sentimeter x 5 sentimeter, karcis baru itu akan berukuran sekitar lima kali lebih besar. Hampir 70 persen dari luas lembar karcis ini akan bertuliskan nominal retribusi sesuai dengan jenis kendaraan yang telah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 17 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Perparkiran.

"Konsumen bisa mengetahui harga retribusi yang harus dibayarkan, dan bisa komplain bila juru parkir tidak memberi kembalian," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Budiono sambil memperlihatkan desain karcis parkir baru di Balaikota, Rabu (21/11).

Karcis baru juga didesain sedemikian rupa, antara lain dengan memakai komposisi tiga warna, dan dibubuhi hologram. Menurut Agus, upaya ini akan mencegah kemungkinan karcis dipalsukan yang dapat merugikan daerah. Salah satu kasus pemalsuan yang baru terjadi melibatkan seorang juru parkir di Jalan Malioboro sekitar 2-3 bulan lalu. Kasus tersebut kini telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta dan tengah disidangkan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelola Perparkiran Kota Yogyakarta Pranyoto mengatakan, selain karcis baru, para juru parkir yang mengantongi surat izin resmi dari Dinas Perhubungan akan diberi seragam baru dengan nuansa yang lebih cerah. Tercatat, jumlah juru parkir resmi di Kota Yogyakarta mencapai 830 orang. Kesadaran juru parkir

Biaya pengadaan karcis dan seragam baru ini, ujar Agus, telah diusulkan ke dalam rencana anggaran daerah tahun 2008, besarnya Rp 600 juta.

Di sisi lain, rencana penerbitan karcis parkir baru mendapat respons positif dari masyarakat. Gita Faradhilah (23) misalnya, mahasiswi yang juga kerap parkir di trotoar Jalan Malioboro untuk berbelanja ini mengatakan, bentuk karcis dan tulisan retribusi yang lebih besar akan menghindari konsumen dari penipuan juru parkir.

"Hanya saja, biarpun karcis sudah diperbarui, jika masih ada juru parkir yang tidak mengindahkan peraturan, maka karcis ini tidak akan efektif. Intinya, kesadaran juru parkir untuk tidak merugikan konsumen harus lebih dulu dibenahi," ujar Gita. (YOP)

LAYANAN BERITA SMS 9858 TELKOMSEL, XL, INDOSAT, THREE, FLEXI & FREN
Layanan
Langganan
Berhenti
 berita nasional  reg nas  unreg nas
 berita politik  reg pol  unreg pol
 breaking news 3  reg bn 3  unreg bn 3
 breaking news 5  reg bn 5  unreg bn 5
 breaking news 10  reg bn 10  unreg bn 10
 headline kompas  reg hlkompas  unreg hlkompas
Search :
 
 

Berita Lainnya :

·

Alternatif Pemimpin DIY Bermunculan *Jajak Pendapat

·

Keluarga Keraton Tetap Pilihan Warga Yogya

·

Masyarakat Mendambakan Pemimpin yang Prorakyat

·

Kongres Mahasiswa Ilmu Pemerintahan

·

Remaja Diduga Dorong Pacar ke Kali Boyong

·

Pelajaran Mahal Minimnya Ruang Bermain

·

Bantul Diarahkan sebagai Daerah Pembibitan Berskala Nasional

·

Bantul Butuh Perda Usaha Peternakan

·

Pertumbuhan Bukan Indikator Tunggal

·

Ingin Pecahkan Masalah dengan Gandeng Mahasiswa dan Dosen

·

Karcis Baru untuk Cegah Kecurangan

·

Transmigrasi Strategi Investasi agar Tak Terpusat

·

Dinas Kesehatan Diminta Bekerja Lebih Keras

·

Pemerintah Dinilai Tidak Pernah Serius

·

Siswa SD Belum Bisa Berpikir Abstrak

·

Negara Demokratis Tak Perlu Atur Agama

·

Berkelana di Situs Para Gitaris

·

Regol

·

Info Biz

·

Gardu

·

Lesehan Malioboro

·

Surat Pembaca

 

 

Design By KCM
Copyright © 2002 Harian KOMPAS