Rubrik
Berita Utama
Bisnis & Keuangan
Humaniora
International
Iptek
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Metropolitan
Nusantara
Olahraga
Opini
Politik & Hukum
Sosok
Sumatera Bagian Selatan
Sumatera Bagian Utara
Yogyakarta
Berita Yang lalu
Anak
Asuransi
Audio Visual
Bahari
Bentara
Bingkai
Dana Kemanusiaan
Didaktika
Ekonomi Internasional
Ekonomi Rakyat
Fokus
Furnitur
Ilmu Pengetahuan
Interior
Jendela
Kesehatan
Laporan Khusus Aceh Baru
Laporan Khusus Hidup Bersama Bencana
Lingkungan
Lintas Timur Barat
Makanan dan Minuman
Muda
Musik
Otomotif
Otonomi
Pendidikan
Pendidikan Dalam Negeri
Pendidikan Informal
Pendidikan Luar Negeri
Perbankan
Pergelaran
Perhubungan
Pixel
Properti
Pustakaloka
Rumah
Sorotan
Swara
Tanah Air
Teknologi Informasi
Telekomunikasi
Teropong
Wisata
Info Otonomi
Tentang Kompas
Kontak Redaksi
Jawa Barat
Senin, 12 Februari 2007

Teknologi Informasi
JEPANG-INDONESIA KEMBANGKAN PERANTI "OPEN SOURCE"

Bandung, Kompas - Jepang dan Indonesia tengah menjajaki kerja sama pengembangan peranti lunak berbasis sistem open source. Kerja sama yang salah satu sasarannya menghasilkan perangkat sistem operasi open source tanpa instalasi ini dijajaki dalam forum CodeFest Asia Open Source IV di Institut Teknologi Bandung, Minggu (11/2).

CodeFest ini sendiri merupakan rangkaian dari Asia Open Source Software Symposium VIII yang diselenggarakan di Bandung dan Bali, 11-15 Februari ini. Acara yang menjadi ajang kreativitas dan kerja sama antar-hackers dan praktisi teknologi informasi se-Asia ini sebelumnya berturut-turut dilakukan di RRC, Srilangka, dan Malaysia.

Koordinator Program CodeFest IV Yohanes Nugroho mengatakan, kerja sama penggarapan peranti lunak berbasis open source (OS) ini melibatkan sedikitnya tujuh hacker dan industriawan teknologi informasi di Jepang, serta sedikitnya 26 mahasiswa Indonesia dari ITB, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Pertanian Bogor.

"Proposal proyek yang bersama-sama telah disetujui dan kini tengah digarap di antaranya aplikasi pendukung proses pembelajaran untuk anak-anak berbasis OSS (open source software) dan Microsoft, serta engine 3D (tiga dimensi) permainan komputer. Intinya, di sini kami akan menghasilkan coding (teknologi) terbaru terkait OSS," ujarnya.

Dalam penggarapan proyek, para peserta dibagi dalam dua kelompok besar dan dilibatkan secara aktif. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama, sharing pengetahuan, dan koordinasi yang baik antarpeserta. Selanjutnya, mereka dibebani target menghasilkan produk secara maraton dalam waktu kurang dari 36 jam. Live CD

Ketua Dewan Direksi The Free Software Initiative of Japan Yutaka Niibe mengatakan, dalam CodeFest kali ini, para peserta tengah mencoba mengembangkan peranti bernama Live CD (compact disk).

Perangkat sistem operasi berbasis OS ini diharapkan mampu berkerja tanpa perlu di-install ke sistem komputer.

"Jadi, kalau ingin memakai sistem operasi OS ini, pemakai cukup memasukkan CD ini ke komputer dan diaktifkan. Tidak perlu di-install dan mengubah sistem lama. Namun, tetap memungkinkan untuk ditambah, diubah, atau dimodifikasi sesuai peruntukan dan kebutuhannya," kata Niibe.

Dengan dihasilkannya produk Live CD ini nantinya dengan sendirinya diharapkan mampu mendorong pemanfaatan dan penggunaan OS di kalangan end user, terlebih mengingat kepraktisannya.

Setelah program ini dihasilkan, rencananya akan dipublikasikan dan distribusikan, tentunya secara cuma-cuma.

Menurut dia, keberadaan CodeFest sangatlah menguntungkan dalam kaitan pengembangan OSS di wilayah Asia, khususnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), mengingat keberadaan teknologi OSS di Asia sejauh ini masih jauh tertinggal dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Eropa sekalipun.

Di Asia sendiri, menurut dia, sejauh ini RRC dan India adalah negara yang paling terdepan dalam pengembangan produk peranti lunak, termasuk OSS. Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, Jepang pun ikut mengalami persoalan krisis SDM potensial di bidang pengambangan peranti teknologi informasi. (jon) 

LAYANAN BERITA SMS 9858
Layanan
Langganan
Berhenti
Tarif
Fren
Flexi
berita nasional reg nas unreg nas
750
550
berita politik reg pol unreg pol
750
550
breaking news 3 reg bn 3 unreg bn 3
750
550
breaking news 5 reg bn 5 unreg bn 5
750
550
breaking news 10 reg bn 10 unreg bn 10
750
550
headline kompas reg hlkompas unreg hlkompas
750
550
Search :
 
 

Berita Lainnya :

·

Tinggi, Kerusakan Jalan Akibat Banjir di Pantura

·

Permasalahan Yang Masih Belum Terselesaikan

·

JEPANG-INDONESIA KEMBANGKAN PERANTI "OPEN SOURCE"

·

Derita di Balik Gambar Layar Kaca

·

Investasi Malaysia Terhambat

·

Pemeliharaan Jalan Harus Terus Dilakukan

·

Dari Kawasan Bandung Utara Anak-anak Pun Pertanyakan Banjir

·

Dinas Kesehatan Kota Bandung Bagikan Abate Gratis

·

Tidak Meminta Ganti Rugi

·

Penggunaan Batu Bara Dioptimalkan

·

Sejumlah Lembaga Siaran Tidak Patuhi Aturan

·

Pelita Tundukkan Persikabo 1-0

·

Infinity Juarai Kelas "Derby"

·

Sebaiknya Persib Tidak Lekas Lupa Diri

·

"Open House" ITB Dipadati Siswa

·

Lintasan

·

Akademia

·

Surat Pembaca

·

Lembur Kuring

·

Bisnis Sekilas

·

Cikapundung

 

 

Design By KCM
Copyright © 2002 Harian KOMPAS