Gubernur Sumsel tentang Jalintim
Harus Sudah Mulus dalam Enam Bulan
Palembang, Kompas - Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman meminta agar ruas jalan lintas timur bisa mulus dalam enam bulan. Untuk itu, ia mengancam akan memecat pimpinan proyek dan kontraktor yang kinerjanya tidak memenuhi target.
Hal itu dilontarkan Syahrial Oesman dalam rapat koordinasi dengan seluruh jajaran Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan kontraktor jalan se-Sumatera Selatan (Sumsel) di Kantor Gubernur Sumsel di Palembang, Rabu (28/4).
"Saya minta dalam enam bulan ini seluruh kerusakan jalan di lintas timur bisa diperbaiki. Tidak perlu mulus seperti Jalan Tol Jagorawi, yang penting nyaman untuk pengguna jalan. Untuk itu, kontraktor yang kerjanya masih asal-asalan silakan angkat kaki. Pihak Bina Marga juga harus melakukan pengawasan," ujar Syahrial.
Ia sempat menyoroti pengerjaan perbaikan ruas jalan lintas timur (jalintim) yang tumpang tindih. "Saya sebagai orang PU Bina Marga saja tidak mengerti melihat pengerjaan proyek lintas timur. Di sebelah sini ada lubang besar, tetapi yang dikerjakan malah di tempat lain. Peralatan beratnya ada di mana, saya tidak lihat. Proyeknya miliaran rupiah, tetapi kontraktornya kok tidak profesional," ujar Syahrial.
Pimpinan Proyek Peningkatan Jalan dan Jembatan (P3JJ) Lintas Timur KM Arsyad yang hadir dalam rapat itu menuturkan, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2004, Sumsel mendapat alokasi dana Rp 95 miliar untuk perbaikan ruas jalintim.
"Pekerjaan yang dominan saat ini adalah melapis aspal, tetapi ada hambatan untuk meratakan sejumlah ruas. Selain itu, untuk saluran air memang masih berupa saluran tanpa pengerasan," ujar Arsyad. Selain perbaikan ruas jalintim Simpang Penyandingan-Lubuk Siberuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir, P3JJ menjanjikan kondisi ruas jalintim dari batas Palembang ke Betung bisa baik dalam satu bulan.
Pengerjaan saluran sepanjang jalintim juga disoroti Gubernur Sumsel. "Yang saya lihat, drainase itu hanya dibuat dengan mengupas pinggiran aspal tanpa menggali lubang. Ini malah menghambat air, bukan mengalirkan," ujarnya.
Selain kerusakan ruas jalintim, pekerjaan kontraktor yang tidak beres, menurut Syahrial, juga mengakibatkan kerusakan ruas jalan provinsi Sekayu-Muara Beliti-Muara Lakitan tidak kunjung teratasi.
"Di ruas itu ada lima titik yang rusak berat karena tidak pernah dikerjakan. Akibatnya, sekitar 80 kilometer ruas jalan yang bagus tidak bisa dimanfaatkan maksimal," ujar Gubernur Syahrial.
Masih banyak rusak
Menurut pengamatan, ruas jalintim antara Kota Jambi dan Kota Palembang sepanjang 287 kilometer hingga kini masih rusak parah di banyak lokasi. Kondisi jalintim saat ini tidak jauh berbeda dengan sebelum Lebaran tahun 2003 lalu.
Akibat kerusakan jalan mulai dari Provinsi Jambi hingga Palembang, kelancaran arus lalu lintas pun terhambat. Kerusakan paling parah terdapat di antara Bayung Lencir, Sungai Lilin, dan Betung, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel.
Kerusakan parah antara Betung dan Palembang terutama terjadi di kawasan Pangkalan Balai. Akibatnya, kendaraan, terutama truk pengangkut barang dan kelapa sawit, harus berjalan terseok-seok.
"Saya bingung melihat kondisi jalan Jambi-Palembang yang belum bisa mulus ini. Saya lihat perbaikan terus dilakukan, tetapi jalan yang rusak parah tetap banyak," ujar seorang sopir truk di Sungai Lilin.
Di Provinsi Jambi, hambatan di jalintim terutama disebabkan pembuatan lubang-ubang di jalan oleh para pekerja proyek. Lubang dibuat untuk pengerasan, namun ditinggal selama beberapa minggu sehingga mengganggu pengendara. Ruas jalintim antara Kota Jambi dan Bayung Lencir lebih bagus dibandingkan dengan bagian lain di ruas jalan negara itu karena sebagian telah selesai diperbaiki. (DOT/MUL)