Rubrik
Berita Utama
Finansial
International
Metropolitan
Naper
Nusantara
Bisnis & Investasi
Opini
Olahraga
Pemilihan Umum 2004
Politik & Hukum
Humaniora
Jawa Barat
Berita Yang lalu
Pustakaloka
Otonomi
Audio Visual
Rumah
Teknologi Informasi
Fokus
Jendela
Otomotif
Furnitur
Agroindustri
Musik
Muda
Dana Kemanusiaan
Esai Foto
Swara
Sorotan
Pergelaran
Ekonomi Internasional
Wisata
Properti
Telekomunikasi
Teropong
Interior
Perbankan
Pengiriman & Transportasi
Investasi & Perbankan
Pendidikan Dalam Negeri
Pendidikan Luar Negeri
Ekonomi Rakyat
Pendidikan
Didaktika
Ilmu Pengetahuan
Pixel
Bingkai
Bentara
Kesehatan
Makanan dan Minuman
Bahari
Info Otonomi
Tentang Kompas
Kontak Redaksi

 

 

Otonomi
Kamis, 18 Maret 2004

Kabupaten Seruyan

ADA satu mimpi yang ingin diwujudkan Kabupaten Seruyan mulai tahun 2005, yaitu memiliki pelabuhan khusus minyak kelapa sawit mentah yang terbesar di Asia Tenggara. Keinginan memiliki pelabuhan, yang rencananya bernama Pelabuhan Samudra CPO Teluk Segintung, itu didasarkan pada jalur distribusi kelapa sawit ke daerah konsumen. Selama ini distribusi selalu melalui pelabuhan di luar Seruyan. Menurut rencana, pembangunan pelabuhan itu akan dimulai pada lahan sekitar 500 hektar.

PEMBANGUNAN pelabuhan yang dananya direncanakan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2005 itu adalah salah satu upaya Pemerintah Kabupatan Seruyan. Selain untuk menggiatkan sektor perkebunan, juga untuk membuka lapangan kerja. Dengan adanya pelabuhan tersebut, diharapkan semakin banyak pengusaha yang tertarik menanam uangnya di daerah pecahan Kabupaten Kotawaringin Timur ini. Yang paling diharapkan adalah investasi dalam pembangunan pabrik-pabrik minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO). Hingga saat ini telah ada 23 pabrik CPO, sembilan di antaranya sudah beroperasi. Tahun 2004 akan dibangun beberapa pabrik baru lagi.

Kelapa sawit merupakan aset perkebunan utama Seruyan selama ini. Dengan luas lahan lebih kurang 78.871 hektar, potensi itu hendak dikembangkan dengan membuka lahan-lahan baru. Sentra tanaman kelapa sawit berada di tiga dari lima kecamatan, yaitu Danau Sembuluh, Hanau, dan Seruyan Tengah. Akan tetapi, yang baru tercatat menghasilkan di Kecamatan Hanau dengan produksi 2.814 ton.

Selain kelapa sawit, Seruyan juga potensial untuk tanaman karet yang mudah tumbuh di berbagai jenis tanah. Salah satunya adalah jenis tanah yang umum ada di Seruyan, yaitu padsolik merah kuning yang dikenal miskin unsur hara atau zat-zat yang dibutuhkan bagi kesuburan tanah. Karena faktor kemudahan tumbuh itu, tanaman karet bisa ditemukan di seluruh wilayah berpenduduk kurang dari 100.000 jiwa itu. Areal tanam terluas di Kecamatan Seruyan Tengah dengan 3.558 hektar, setelah itu Hanau dan Seruyan Hulu. Dua kecamatan lain memiliki luas tanam kurang dari 1.000 hektar.

Lapangan usaha perkebunan yang menjadi ciri khas daerah-daerah di Kalimantan menjadi daya tarik utama selain potensi kehutanan. Namun, bisa dikatakan sektor perkebunan memiliki keunggulan daripada hutan. Jika hutan membutuhkan waktu lama untuk dapat diambil lagi hasilnya pascaeksploitasi, hal itu tidak berlaku bagi ladang. Misalnya kelapa sawit, setelah menghasilkan bisa dipanen setiap bulan. Demikian juga karet yang memiliki waktu penyadapan tanpa batas. Lain halnya hasil hutan utama berupa kayu. Penebangan habis akan menghasilkan lahan kosong yang membutuhkan waktu lama untuk perbaikan atau reboisasi hingga menghasilkan kembali.

Sampai kini, sektor kehutanan masih cukup berjaya dalam mengaktifkan sendi-sendi ekonomi di Kabupaten Seruyan. Kontribusinya yang selalu di atas 20 persen menjadikannya unggulan pada kegiatan ekonomi penduduk. Hutan-hutan Seruyan selain menghasilkan kayu, juga hasil ikutannya, seperti rotan yang banyak tumbuh di Kecamatan Seruyan Hulu.

Pengembangan ekonomi di kabupaten ini didasarkan pada karakteristik masing-masing kecamatan. Jika Seruyan Tengah, Hanau, dan Danau Sembuluh memiliki perkebunan kelapa sawit, Seruyan Hulu memiliki rotan, Seruyan Hilir memiliki wilayah potensial bagi pengembangan budidaya tambak udang dan areal persawahan. Dibandingkan dengan kecamatan lain, Seruyan Hilir terhitung memiliki jenis tanah yang lebih baik untuk ditanami padi atau tanaman pangan lainnya. Hasil tambak yang di antaranya budidaya udang windu biasanya dibawa ke Pulau Jawa kemudian diekspor ke mancanegara, khususnya Jepang.

Rencana dan program pembangunan yang cukup menjanjikan bagi kemajuan ekonomi Kabupaten Seruyan ini sayangnya belum ditunjang infrastruktur yang memadai. Contohnya, kondisi jalan darat yang kurang mendukung. Jalan darat yang ada hanya sebagian, itu pun kebanyakan jalan tanah atau belum diaspal. Jalan-jalan itu tidak semuanya menghubungkan seluruh wilayah kabupaten, melainkan antaribu kota kabupaten atau kecamatan. Bahkan Kecamatan Seruyan Hulu belum bisa dicapai lewat darat. Untuk sampai ke sana, diperlukan perahu atau kapal motor melewati sungai.

Di samping masalah transportasi, masih ada kendala lain dari sisi infrastruktur. Komunikasi di masa kini selain mengandalkan sarana telepon kabel, juga telepon seluler (ponsel) yang telah dikenal sejak lebih kurang sepuluh tahun terakhir.

Namun di Seruyan, jangan harap bisa menghubungi pejabat pemerintah setempat jika ada yang sedang keluar kantor, terutama jika masih berada di lingkup kabupaten. Karena, walaupun memiliki ponsel, alat komunikasi bebas gerak itu tak berfungsi di sini. Stasiun pemancar seluruh operator ponsel belum mampu menjangkau wilayah Seruyan, bahkan di ibu kota kabupaten.

Hingga kini, orientasi pembangunan infrastruktur di Seruyan difokuskan pada pembangunan jalan dan jembatan. Tujuannya adalah selain untuk memperkecil kesenjangan antardaerah, juga menggiatkan ekonomi di daerah-daerah yang selama ini terisolasi.

Dengan transportasi yang mendukung serta sarana dan prasarana yang semakin representatif, Seruyan berupaya memancing investor dalam dan luar negeri menanamkan modal dengan membangun pabrik pengolahan hasil bumi kabupaten ini yang cukup potensial.

Palupi P Astuti/Litbang Kompas

Search :
 
 

Berita Lainnya :

·

Kabupaten Seruyan

·

Membuka Isolasi dari Segala Lini



 

 

Design By KCM
Copyright © 2002 Harian KOMPAS