Insulasi, Pilihan Wajib untuk Kenyamanan Hidup Masa Kini
PANAS dan bising adalah bagian dari kehidupan metropolitan sehari-hari. Di mana pun kita tinggal, pasti akan mengalami dan menjadi bagian darinya. Semua kembali kepada kita masing-masing dalam menyelesaikan permasalahan tentang panas dan bising. Berikut ini adalah artikel mengenai insulasi secara umum. Semoga bermanfaat.
INSULASI adalah material yang berfungsi sebagai pemisah atau pelindung untuk menetralisir area yang diinsulasi dari gangguan luar (panas dan bising) sehingga menjadikannya nyaman untuk ditinggali.
Pada musim kemarau, panas terik Matahari dipindahkan dari luar ruangan ke dalam ruangan sehingga rumah tidak nyaman untuk ditinggali. Insulasi mengurangi jumlah panas yang berpindah melalui struktur bangunan rumah ke dalam ruangan, terutama di daerah yang langsung berada dekat atap bangunan. Selain berfungsi sebagai peredam panas, insulasi juga digunakan untuk meredam suara-suara yang tidak diinginkan, misalnya suara hujan pada atap rumah atau suara dari ruangan lain. Bahkan bisa pula berfungsi akustik atau meredam suara gema ataupun akibat suara konser musik. Ada pula insulasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk mengurangi akibat yang ditimbulkan oleh kebakaran karena sifat materialnya yang dapat menahan dan tidak menyebarkan api.
Perpindahan panas
Perpindahan panas terjadi secara alamiah dari tempat bertemperatur tinggi ke tempat bertemperatur rendah (dingin), sampai keduanya memiliki keadaan temperatur yang sama atau dalam keadaan seimbang.
Seperti diketahui, panas berpindah dengan tiga cara: konduksi (melalui material yang padat dan bersifat penghantar panas), konveksi (melalui udara yang bergerak; contohnya, udara panas dari api unggun), dan radiasi (melalui gelombang elektromagnetik; contohnya, panas Matahari sampai ke Bumi).
Udara panas yang masuk ke dalam bangunan atau dikenal sebagai air infiltration adalah contoh dari perpindahan panas secara konveksi; biasa terjadi pada ruangan di atas langit-langit yang pada siang hari, walaupun tertutup rapat dengan genteng, akan terasa panas. Masuknya udara tersebut dengan tidak terkendali secara teknis, tidak diinginkan, karena merusak temperatur, tekanan udara, dan kelembapan ruangan di saat cuaca apa pun. Mesin pendingin atau pemanas ruangan akan dipacu untuk bekerja ekstra agar menghasilkan suhu ruang yang diinginkan.
Rumah tinggal di Amerika Serikat mengalami problem ini. Penelitian dari lembaga energi pemerintah memperkirakan aliran udara panas ini memboroskan biaya rekening listrik sampai 40 persen, untuk pemanas dan pendingin ruangan. Demikian pula kebanyakan rumah di daerah tropis, seperti di Indonesia, akan mengalami apa yang disebut dengan air infiltration ini. Namun, secara tidak sadar, yang kita lakukan adalah membesarkan pengaturan pendingin ruangan (AC) atau mengatur suhu agar lebih dingin sehingga akhirnya menyebabkan tagihan listrik bertambah.
Perpindahan suara
Kebisingan dapat digambarkan sebagai suara yang tidak diinginkan. Suara-suara bergerak dalam rumah melalui celah- celah ruang antarkonstruksi dan menimbulkan lingkungan yang kurang menyenangkan. Suara yang berlebihan bisa meningkatkan stres, mengacau pembicaraan, dan jika mengalami kebisingan dalam jangka panjang, dapat menyebabkan berkurangnya pendengaran.
Di perkantoran, kebisingan bisa mengganggu pekerjaan yang memerlukan konsentrasi. Di rumah, kebisingan yang terjadi antar-ruang bisa mengganggu kenyamanan sesama penghuni.
Insulasi dapat dilakukan untuk mengendalikan suara, dengan mengurangi perpindahan atau dengan penyerapan suara. Pengurangan perpindahan suara adalah pengurangan sejumlah energi suara yang melewati suatu dinding, lantai, atap, dan secara keseluruhan rumah tersebut.
Penyelesaian secara tradisional adalah dengan menggunakan konstruksi dengan material bermassa besar, seperti beton dan dinding bata.
Ada beberapa produk insulasi yang dilengkapi dengan bahan kimia untuk menghambat penyebaran api. Bahan kimia tersebut bekerja tidak secara drastis menjadi anti-api, tetapi menghambat penjalaran api.
Bisa dipertimbangkan
Apakah AC hanya satu-satunya pilihan bagi Anda? Berikut adalah beberapa anjuran yang dapat dipertimbangkan.
Sebuah rumah yang sejuk itu penting, dan AC adalah satu-satunya peralatan yang bisa menyejukkan ruangan yang panas secara efektif. Padahal, ada jalan atau cara lain yang lebih murah untuk mengusir panas dari rumah sejak awal dan bisa berlaku secara permanen. Malah tanpa biaya operasional/ perawatan setelah terpasang.
Cara itu adalah:
1. Menginsulasikan plafon dan dinding ruangan kalau memungkinkan dengan memilih yang paling efisien dan efektif. Lokasi pemasangan biasanya terdiri atas dua macam, langsung berada di bawah atap di antara reng dan kaso untuk jenis radiant barrier dan insulasi di daerah langit-langit untuk jenis insulasi serat. Pemasangan di lokasi ini adalah yang paling efektif dalam menghambat panas masuk ke dalam ruangan.
2. Memberikan naungan (shade) di sebelah timur, utara, dan barat akan membantu mencegah panas Matahari memasuki rumah. Peneduh di luar seperti pohon-pohon besar lebih efisien dibandingkan dengan vertical blinds atau tirai.
3. Atur ventilasi/keluar masuknya udara dengan baik.
4. Tambah aliran kipas angin untuk menyejukkan.
5. Hindari aktivitas yang menghasilkan panas pada siang hari.
6. Pakai pakaian yang ringan dan terbuat dari serat alami, seperti katun.
Secara keseluruhan, jika semua saran dipenuhi, Anda akan mengelola panas dengan baik dan efisien.
Macam-macam insulasi
Material yang berbentuk serat (fiber), seperti fiberglass, lembaran poliester, semprotan cellulose fiber, ataupun produk dari bulu hewan (cotton) mempengaruhi ketiga cara perpindahan panas. Insulasi sistem serat membantu menghalangi pemindahan melalui langit-langit ke dalam lingkungan hidup Anda. Cara kerja jenis ini adalah dengan mengandalkan sebuah kantong udara kecil yang terkunci oleh serat ataupun serat-serat halus yang mengurangi konduksi, konveksi, dan juga menghambat radiasi secara fisik.
Material reflektif atau dikenal sebagai radiant barrier, seperti penggunaan lapisan aluminium foil, secara utama bekerja mempengaruhi radiasi panas. Permukaannya yang mengilap memantulkan kembali hampir semua radiasi panas (97 persen). Untuk menjaga agar tetap berfungsi dengan baik, maka diperlukan pemeliharaan agar permukaannya tetap bersifat reflektif, bebas dari kotoran dan sisa-sisa kondensasi.
Material reflektif yang dipasang di langit-langit lebih efisien dalam mengurangi panas di musim panas daripada menghalangi hilangnya panas di musim dingin untuk negara dengan empat musim. Sering kali material ini dipasang langsung di bawah atap yang dapat menghalangi air masuk. Sering juga dimanfaatkan sebagai antibocor di daerah atap.
Radiant barrier secara material tidak berfungsi untuk penghambat panas karena sifat materialnya dalam menghantar panas secara konduksi. Selain itu, jika dilakukan pemasangan bahan penghantar panas di daerah langit-langit, dapat menimbulkan bahaya saat terjadi korsleting kabel listrik. Perpindahan panas secara konveksi pada dasarnya tidak bisa diredam oleh insulasi jenis ini.
Material busa (foam), seperti polyisocyanurate, polyurethane, dan polystyrene, mengandung hidroclorofluoro carbon atau dikenal sebagai HCFC. Walaupun tidak begitu bersifat merusak, HCFC kurang dianjurkan karena dapat merusak lapisan ozon. Banyak insulasi busa yang menggunakan plastik daur ulang, beberapa di antaranya bisa berbahaya jika terkena api, yang dapat menghasilkan gas beracun.
Eveline Setiadi Pengamat Lingkungan Sumber: www.betterinsulation.com