Gempa Guncang Iran, Ribuan Orang Tewas
Teheran, Jumat - Gempa bumi dahsyat dengan kekuatan 6,3 pada skala Richter meluluhlantakkan kota kuno Bam di Provinsi Kerman, sekitar 1.000 km dari Teheran. Gempa ini diperkirakan menewaskan ribuan orang-untuk sementara jumlah korban yang telah dikonfirmasi sekitar 4.000 orang- dan menghancurkan sekitar 60 persen bangunan di kota yang telah berusia dua ribu tahun itu. Pemerintah Iran mengimbau bantuan dunia internasional untuk menanggulangi situasi pascagempa.
Menurut Gubernur Provinsi Kerman Mohammad Ali Karimi, jumlah korban yang tewas "sangat banyak". Seorang pejabat senior Kerman kepada Reuters mengatakan, jumlah korban yang tewas sudah mencapai 2.000 orang. Beberapa jam kemudian, seorang anggota parlemen Iran, Hasan Khoshrou, kepada Associated Press mengatakan, jumlah korban bisa mencapai 10.000 orang.
Gempa terjadi sekitar pukul 05.30 waktu setempat di saat sebagian besar penduduk masih berada di rumah. Televisi Iran menayangkan situasi mencekam di mana di sebuah jalan hanya sebatang pohon yang masih terlihat berdiri, sementara seluruh bangunan di situ rata dengan tanah.
Pemerintah Iran mengirimkan sejumlah helikopter untuk melakukan evakuasi dan mendirikan pusat penanggulangan gempa di Provinsi Kerman. Sekitar 500 orang dievakuasi, sebagian dari mereka diambil dari timbunan reruntuhan dan berada dalam kondisi kritis. Palang Merah Iran menyerukan situasi darurat donor darah untuk menyelamatkan korban yang dirawat di rumah sakit.
Hubungan komunikasi dengan Kota Bam terputus sejak kemarin. Demikian juga dengan saluran air dan listrik. Gempa susulan juga terjadi sekitar tiga jam kemudian di Kota Masjid Sulaiman, 480 km sebelah barat daya Teheran. Namun, tak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.
Kota Bam memiliki benteng historis yang sebagian bangunannya berusia 2.000 tahun dan sebagian lainnya dibangun antara abad ke-15 sampai abad ke-18. Kota kuno yang berpenduduk sekitar 80.000 orang ini setiap tahunnya berhasil menarik ribuan wisatawan. Gempa yang terjadi Jumat pagi itu meratakan Kota Bam.
Bantuan Eropa
Pemerintah Iran kemarin mengimbau dunia internasional untuk membantu situasi pascagempa bumi. "Kami membutuhkan anjing-anjing pelacak untuk mencari korban, alat-alat untuk mendeteksi korban, selimut, obat-obatan, makanan, dan juga rumah-rumah buatan karena sebentar lagi musim dingin akan datang," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Iran.
Kanselir Jerman Gerhard Schroeder segera menyatakan negaranya siap memberikan bantuan kemanusiaan dengan segenap kemampuan. Bahkan Menteri Luar Negeri Jerman Joschka Fischer secara khusus menyebutkan, "Jerman siap melakukan apa pun sesuai dengan kemampuannya untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan."
Menteri Luar Negeri Belgia Michel menyatakan pihaknya telah melakukan kontak dengan otoritas Iran untuk membicarakan upaya penanggulangan krisis. Sedangkan Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan pernyataan dukacita kepada Presiden Iran Mohamad Khatami. "Terimalah pernyataan dukacita kami atas tragedi yang dialami rakyat Iran," katanya.
Perdana Menteri Spanyol Jose Maria Aznar juga menyatakan simpatinya.
Langganan gempa
Iran merupakan salah satu negara yang sering ditimpa bencana gempa karena negeri ini terletak di perlintasan patahan utama lempengan bumi. Pusat gempa bumi kali ini terletak sekitar 980 km sebelah tenggara Teheran.
Meski demikian, menurut ahli gempa Iran, Bahram Akasheh, pendidikan mengenai gempa bumi terhadap rakyat Iran masih sangat minim. "Kebanyakan warga Iran berpikir bahwa apa yang sudah ditakdirkan Tuhan akan terjadi. Pikiran semacam ini (untuk lokasi yang rawan gempa) adalah sangat salah," kata Akasheh yang mengajar di Universitas Teheran.
Tahun 2002 gempa bumi berskala 6,3 pada skala Richter mengguncang wilayah Utara Iran, menewaskan 229 orang; tahun 1999 gempa dengan skala 7,7 menghantam wilayah barat laut dan menewaskan 35.000 orang. Di Iran, gempa yang berkekuatan lebih dari 5 pada skala Richter akan menimbulkan korban jiwa. (AP/AFP/REUTERS/MYR)