Rubrik
Jawa Tengah
Berita Utama
Inspirasi
Olahraga
Dikbud
Opini
International
Nasional
Iptek
Bisnis & Investasi
Nusantara
Naper
Metropolitan
Bahasa
Liputan Natal & Tahun Baru
Berita Yang lalu
Jendela
Pustakaloka
Fokus
Dana Kemanusiaan
Teknologi Informasi
Rumah
Audio Visual
Otonomi
Furnitur
Agroindustri
Sorotan
Teropong
Didaktika
Ekonomi Internasional
Pergelaran
Kesehatan
Telekomunikasi
Wisata
Bentara
Bingkai
Pixel
Otomotif
Ekonomi Rakyat
Pendidikan
Bahari
Pendidikan Luar Negeri
Pendidikan Dalam Negeri
Investasi & Perbankan
Pengiriman & Transportasi
Perbankan
Esai Foto
Makanan dan Minuman
Properti
Swara
Muda
Musik
Ilmu Pengetahuan
Info Otonomi
Tentang Kompas
Kontak Redaksi

 

 

Jawa Tengah
Sabtu, 27 Desember 2003

Kali Wulan Meluap, Tanggul Nyaris Jebol

Kudus, Kompas - Akibat hujan deras yang turun hampir di seluruh Daerah Aliran Sungai Serang, Lusi, Juwana selama dua hari terakhir, sejumlah tanggul sungai di wilayah Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, dan Demak nyaris jebol akibat meluapnya air sungai.

Sampai Jumat (26/12) petang, debit air yang masuk ke pintu pengendali banjir Wilalung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, sekitar 680 meter kubik per detik sehingga status Kali Wulan menjadi siaga.

Sebanyak 360 rumah penduduk Dukuh Donoloyo, Desa Donorejo, Kecamatan Karangtengah, Demak, sejak Jumat dini hari terendam air rata-rata 60 sentimeter. Ini diakibatkan meluapnya sungai (saluran) B1 yang melintasi desa tersebut.

Dari pengamatan Kompas, kondisi pintu pengendali dalam taraf membahayakan. Meski demikian, penduduk di seberang Wilalung masih tetap nekat melewati jalan selebar satu meter yang terbuat dari papan kayu dan teletak di badan pintu pengendali itu. Padahal, debit air sudah mencapai 680 meter kubik per detik.

"Selain tidak pernah diperbaiki, sejumlah kayu jati yang berada di pintu pengendali itu juga raib disikat pencuri. Saya atas nama warga Desa Kalirejo sudah sering berteriak minta diperbaiki, namun tidak pernah digubris," tutur Djaffar, mantan Kepala Kepolisian Sektor Undaan yang juga tokoh masyarakat desa setempat.

Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Serang, Lusi, Juwana (BPSDA Seluna) Agus Purwadi membenarkan terjadinya banjir di sepanjang Seluna maupun Kali Wulan. "Tanggul di Setrokalangan dan Banget, Kecamatan Kaliwungu, nyaris jebol. Kami beserta masyarakat gotong-royong menambal kedua tanggul tersebut dengan karung plastik yang diisi pasir," tuturnya.

Menurut hasil penelusuran petugas BPSDA Seluna, sejumlah tanggul yang berpotensi jebol dan kritis sepanjang 10.525 meter di Sungai Wulan, Sungai Lusi (720 meter), Sungai Piji (1.345 meter), dan Sungai Logung (1.250 meter). Kondisi serupa juga dijumpai di Sungai Glugu.

BPSDA Seluna juga menetapkan daftar lokasi titik pantau banjir yang meliputi tanggul kanan Sungai Wulan di Desa Derok, Ketanjung (Karanganyar-Demak), Pintu Kencing di Desa Jati Wetan (Jati-Kudus), Desa Setrokalangan (Kaliwungu-Kudus), dan Desa Mijen (Demak). Tanggul kiri Desa Medini (Karanganyar-Demak), Desa Karanganyar (Karanganyar-Demak), Kedungwaru (Karanganyar-Demak), dan Desa Berahan (Wedung-Demak). Sedangkan tanggul kiri Kali Juwana mencakup Desa Kutuk (Undaan-Kudus), Desa Bulungcangkring (Jekulo-Kudus), dan Desa Tanjang, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati.

Selain itu, petugas juga melengkapi dengan rambu tanda bahaya berupa papan setinggi 1,5 meter yang dibagi tiga warna, yakni merah (awas), kuning (siap), dan hijau (siaga). (SUP)

Search :
 
 

Berita Lainnya :

·

Longsor Ancam Banyumas

·

Kali Wulan Meluap, Tanggul Nyaris Jebol

·

Keberadaan Kawasan Industri Penyebab Bencana Banjir di DAS Beringin

·

Sebelum Tanggal 10 Januari 2004, Polwiltabes Semarang Diresmikan

·

Kilas Peristiwa Jateng-DIY 2003

·

Dugaan Kampanye Tak Ditindaklanjuti

·

Pasar Pedurungan Semarang Terbakar

·

KPU Jateng Canangkan Pemilu Harus Damai

·

Ratusan Orang Keroyok Sahri di Pos Polisi

·

Komikus Wid NS Tak Bisa Saksikan Pameran Terakhir

·

Mempertanyakan "Master Plan" Pengendalian Banjir

·

DATA DAN AGENDA

·

CAMPUR SARI



 

 

Design By KCM
Copyright © 2002 Harian KOMPAS