Kali Wulan Meluap, Tanggul Nyaris Jebol
Kudus, Kompas - Akibat hujan deras yang turun hampir di seluruh Daerah Aliran Sungai Serang, Lusi, Juwana selama dua hari terakhir, sejumlah tanggul sungai di wilayah Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, dan Demak nyaris jebol akibat meluapnya air sungai.
Sampai Jumat (26/12) petang, debit air yang masuk ke pintu pengendali banjir Wilalung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, sekitar 680 meter kubik per detik sehingga status Kali Wulan menjadi siaga.
Sebanyak 360 rumah penduduk Dukuh Donoloyo, Desa Donorejo, Kecamatan Karangtengah, Demak, sejak Jumat dini hari terendam air rata-rata 60 sentimeter. Ini diakibatkan meluapnya sungai (saluran) B1 yang melintasi desa tersebut.
Dari pengamatan Kompas, kondisi pintu pengendali dalam taraf membahayakan. Meski demikian, penduduk di seberang Wilalung masih tetap nekat melewati jalan selebar satu meter yang terbuat dari papan kayu dan teletak di badan pintu pengendali itu. Padahal, debit air sudah mencapai 680 meter kubik per detik.
"Selain tidak pernah diperbaiki, sejumlah kayu jati yang berada di pintu pengendali itu juga raib disikat pencuri. Saya atas nama warga Desa Kalirejo sudah sering berteriak minta diperbaiki, namun tidak pernah digubris," tutur Djaffar, mantan Kepala Kepolisian Sektor Undaan yang juga tokoh masyarakat desa setempat.
Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Serang, Lusi, Juwana (BPSDA Seluna) Agus Purwadi membenarkan terjadinya banjir di sepanjang Seluna maupun Kali Wulan. "Tanggul di Setrokalangan dan Banget, Kecamatan Kaliwungu, nyaris jebol. Kami beserta masyarakat gotong-royong menambal kedua tanggul tersebut dengan karung plastik yang diisi pasir," tuturnya.
Menurut hasil penelusuran petugas BPSDA Seluna, sejumlah tanggul yang berpotensi jebol dan kritis sepanjang 10.525 meter di Sungai Wulan, Sungai Lusi (720 meter), Sungai Piji (1.345 meter), dan Sungai Logung (1.250 meter). Kondisi serupa juga dijumpai di Sungai Glugu.
BPSDA Seluna juga menetapkan daftar lokasi titik pantau banjir yang meliputi tanggul kanan Sungai Wulan di Desa Derok, Ketanjung (Karanganyar-Demak), Pintu Kencing di Desa Jati Wetan (Jati-Kudus), Desa Setrokalangan (Kaliwungu-Kudus), dan Desa Mijen (Demak). Tanggul kiri Desa Medini (Karanganyar-Demak), Desa Karanganyar (Karanganyar-Demak), Kedungwaru (Karanganyar-Demak), dan Desa Berahan (Wedung-Demak). Sedangkan tanggul kiri Kali Juwana mencakup Desa Kutuk (Undaan-Kudus), Desa Bulungcangkring (Jekulo-Kudus), dan Desa Tanjang, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati.
Selain itu, petugas juga melengkapi dengan rambu tanda bahaya berupa papan setinggi 1,5 meter yang dibagi tiga warna, yakni merah (awas), kuning (siap), dan hijau (siaga). (SUP)