Rubrik
Jawa Tengah
Berita Utama
Inspirasi
Olahraga
Dikbud
Opini
International
Nasional
Iptek
Bisnis & Investasi
Nusantara
Naper
Metropolitan
Bahasa
Liputan Natal & Tahun Baru
Berita Yang lalu
Jendela
Pustakaloka
Fokus
Dana Kemanusiaan
Teknologi Informasi
Rumah
Audio Visual
Otonomi
Furnitur
Agroindustri
Sorotan
Teropong
Didaktika
Ekonomi Internasional
Pergelaran
Kesehatan
Telekomunikasi
Wisata
Bentara
Bingkai
Pixel
Otomotif
Ekonomi Rakyat
Pendidikan
Bahari
Pendidikan Luar Negeri
Pendidikan Dalam Negeri
Investasi & Perbankan
Pengiriman & Transportasi
Perbankan
Esai Foto
Makanan dan Minuman
Properti
Swara
Muda
Musik
Ilmu Pengetahuan
Info Otonomi
Tentang Kompas
Kontak Redaksi

 

 

Jawa Tengah
Sabtu, 27 Desember 2003

Komikus Wid NS Tak Bisa Saksikan Pameran Terakhir
* Meninggal Sebelum Pembukaan Pameran

Yogyakarta, Kompas - Pameran terakhir Wid NS, komikus sepuh pencipta tokoh superhero Godam, yang dibuka Jumat (26/12) malam di Balai Roepa Doea, Pusat Budaya Tembi, Jalan Parangtritis, Yogyakarta, tak bisa dihadiri komikus tersebut. Jumat siang sekitar pukul 13.30, komikus itu meninggal di kediamannya, Perumahan Bale Asri F-15, Jalan Wates, Yogyakarta.

"Pemakaman almarhum akan dilakukan hari Sabtu ini pukul 13.00. Namun, sampai sekarang keluarga belum menetapkan di mana Bapak akan dimakamkan, sedang dirembuk bersama keluarga," kata Yuning, satu dari empat putra almarhum.

Kabar duka itu diterima Ons Untoro, Koordinator Tembi. Pameran dengan judul Pameran Ilustrasi Komik ini menampilkan 25 ilustrasi komik dan sejumlah buku komik karya Wid NS, termasuk serial Godam. Pameran tetap berlangsung mulai hari Jumat sampai tanggal 17 Januari 2004.

Wid NS yang bernama asli Widodo Nara Soma, sejak Agustus 2003 menderita sakit dan sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta. Setelah keluar dari RS, komikus yang melahirkan tokoh yang amat digemari pencinta komik itu dirawat di rumahnya.

Tokoh Godam adalah tokoh imajiner mirip Superman yang bisa terbang dan merefleksikan pandangan komikusnya ke sebuah masyarakat masa depan, dengan perkembangan teknologi dan keruwetan moral. Godam muncul sebagai pembela kebenaran dengan kekuatan fisik dan kebenaran.

Sebagai pelukis, Wid NS tumbuh di era ketika media komik menjadi perhatian publik dan merupakan alternatif di samping genre komik silat dan roman yang ketika itu tumbuh subur di Indonesia. "Tokoh Godam muncul tahun 1968. Tokoh komik lain kemudian juga muncul, seperti Gundala Putra Petir ciptaan komikus Hasmi, juga dari Yogyakarta," kata Ons Untoro.

Sebagai catatan, Wid NS yang lebih senior dan bersahabat dengan Hasmi sering mempertemukan dua tokoh yang mereka ciptakan itu dalam karyanya.

"Ini merupakan cara pandang yang luar biasa ketika itu. Mereka bisa sepakat memunculkan tokoh itu bekerja sama untuk memberantas kejahatan. Pak Wid memunculkan tokoh Gundala karya Hasmi dan Pak Hasmi juga beberapa kali memunculkan tokoh Godam yang bertemu Gundala dalam karyanya," kata Ons lagi. (HRD)

Search :
 
 

Berita Lainnya :

·

Longsor Ancam Banyumas

·

Kali Wulan Meluap, Tanggul Nyaris Jebol

·

Keberadaan Kawasan Industri Penyebab Bencana Banjir di DAS Beringin

·

Sebelum Tanggal 10 Januari 2004, Polwiltabes Semarang Diresmikan

·

Kilas Peristiwa Jateng-DIY 2003

·

Dugaan Kampanye Tak Ditindaklanjuti

·

Pasar Pedurungan Semarang Terbakar

·

KPU Jateng Canangkan Pemilu Harus Damai

·

Ratusan Orang Keroyok Sahri di Pos Polisi

·

Komikus Wid NS Tak Bisa Saksikan Pameran Terakhir

·

Mempertanyakan "Master Plan" Pengendalian Banjir

·

DATA DAN AGENDA

·

CAMPUR SARI



 

 

Design By KCM
Copyright © 2002 Harian KOMPAS