Pasar Pedurungan Semarang Terbakar
Semarang, Kompas - Kepastian penyebab kebakaran Pasar Pedurungan, Semarang, hingga Jumat (26/12) masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Kepolisian Daerah Jawa Tengah. "Tunggu Puslabfor. Sekarang belum dapat dipastikan," kata Kepala Kepolisian Sektor Semarang Timur Ajun Komisaris Joko Purnomo di lokasi kebakaran Pasar Pedurungan, kemarin.
Pasar Pedurungan hari Kamis sekitar pukul 21.30 terbakar. Kebakaran yang baru berakhir Jumat sekitar pukul 04.00 itu melalap habis sedikitnya tujuh deret los yang berada di bagian tengah pasar. Akibatnya, 358 pedagang dari sekitar 500 pedagang di pasar itu kehilangan tempat berjualan. Meski belum ada angka pasti, kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat hubungan pendek arus listrik (korsleting).
Joko membantah adanya aksi penjarahan yang dilakukan sejumlah orang selama kebakaran terjadi. Menurut dia, orang yang dikira menjarah itu adalah kerabat atau rekan pedagang yang ikut membantu menyelamatkan barang dagangan.
Namun, menurut Ny Qomariah (42), pedagang di Pasar Pedurungan, selama kebakaran sejumlah orang tak dikenal menjarah berbagai barang dagangan di kios bagian depan pasar yang tidak dilalap api. "Mereka pura-pura membantu menyelamatkan barang, tetapi sebenarnya melakukan penjarahan," ujar pedagang daging sapi yang kiosnya tidak ikut terbakar itu.
Sukimin (43), penjual nasi di Pasar Pedurungan, menceritakan, saat ini pedagang yang bernasib naas sedang berupaya agar dapat berjualan di halaman depan Pasar Pedurungan sampai Pemerintah Kota Semarang selesai membangun kembali bagian pasar yang hancur. Upaya ini difasilitasi dan dikoordinasi Persatuan Pedagang Jasa Pasar (PPJP) Pedurungan.
"Pengaturan tempat berjualan sementara akan dibicarakan dalam pertemuan Jumat malam," ujar Sukimin yang warungnya ludes terbakar. (ATO)