Ratusan Orang Keroyok Sahri di Pos Polisi
SAHRI (31), anggota Federasi Serikat Pekerjaan Transportasi Indonesia (FSPTI) Jawa Tengah (Jateng) Unit Mangkang, Jumat (26/12) sekitar pukul 11.00, dikeroyok ratusan orang hingga luka parah. Padahal saat itu warga Wonosari, Mangkang, Kota Semarang, tersebut berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi di Pos Polisi Terminal Mangkang. Hingga Jumat malam Sahri masih tergolek di Rumah Sakit Tugurejo, Semarang, dengan luka di bagian paha, kepala, dan mata kanan.
Brigadir Sarwi, polisi yang bertugas di Pos Polisi Mangkang, menceritakan, sekitar pukul 11.00 ia melihat sekitar 100 orang bersenjata parang berlarian dari arah timur pos. "Tidak jelas mana yang mengejar dan mana yang dikejar," ucapnya.
Seorang yang akhirnya diketahui bernama Sahri berlari masuk ke pos polisi. Ia berusaha menyelamatkan diri. Namun, karena jumlah polisi yang bertugas hanya empat orang (dua orang di antaranya sedang mengatur lalu lintas), Sarwi dan rekan-rekannya tidak mampu membendung serbuan pengeroyok itu meski sudah mengeluarkan tembakan peringatan.
Pengeroyok lalu menerjang masuk ke dalam pos dan menganiaya Sahri. Seorang pengeroyok, Rokip (23), warga Mangkang Kulon, kini diperiksa di Polsek Tugu. Pengeroyokan diduga terkait dengan penganiayaan atas diri Nasoka, anggota Persatuan Buruh Demokrasi Indonesia (PBDI) pada Kamis (25/12). (ATO)