Rubrik
Jawa Tengah
Berita Utama
Inspirasi
Olahraga
Dikbud
Opini
International
Nasional
Iptek
Bisnis & Investasi
Nusantara
Naper
Metropolitan
Bahasa
Liputan Natal & Tahun Baru
Berita Yang lalu
Jendela
Pustakaloka
Fokus
Dana Kemanusiaan
Teknologi Informasi
Rumah
Audio Visual
Otonomi
Furnitur
Agroindustri
Sorotan
Teropong
Didaktika
Ekonomi Internasional
Pergelaran
Kesehatan
Telekomunikasi
Wisata
Bentara
Bingkai
Pixel
Otomotif
Ekonomi Rakyat
Pendidikan
Bahari
Pendidikan Luar Negeri
Pendidikan Dalam Negeri
Investasi & Perbankan
Pengiriman & Transportasi
Perbankan
Esai Foto
Makanan dan Minuman
Properti
Swara
Muda
Musik
Ilmu Pengetahuan
Info Otonomi
Tentang Kompas
Kontak Redaksi

 

 

Dikbud
Sabtu, 27 Desember 2003

Pementasan Puisi Cinta di Akhir Tahun

Jakarta, Kompas - Menjelang pergantian tahun, Teater Kail menggelar pementasan puisi-drama dengan melakonkan syair-syair cinta Hamzah Fansuri dan Rabi’ah Al Adawiyah di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (27/12) malam. Pentas ini melibatkan pemain sinetron, teater dan penyair, seperti Ria Irawan, Dewi Yull, Jajang C Noer, dan Jose Rizal Manua.

Dalam jumpa pers yang digelar penyelenggara pentas, Jumat kemarin, disebutkan bahwa pergelaran ini bertujuan mengajak publik merenungi perlunya penyerahan diri secara total pada Ilahi melalui jalan hidup masing-masing. Jalan hidup Hamzah dan Rabi’ah sebagai sufi dinilai merupakan totalitas cinta kepada Tuhan.

Hamzah Fansuri adalah sufi yang hidup di Barus, Tapanuli Tengah, pada masa Kerajaan Aceh Darussalam pada abad ke-16. Dengan totalitas cintanya pada Tuhan dan jalan hidup yang ditempuhnya, ia menuliskan doa dan harapannya dalam bentuk pantun. Sementara Rabi’ah, yang hidup sebagai sufi di Basrah (Irak) pada abad ke-9, juga menghasilkan syair tentang cintanya kepada Tuhan. Kekuatan cintanya melalui doa yang cerdas dan indah dianggap ampuh menepis godaan setan.

Sepanjang pementasan yang diiringi musik sikambang -musik bernuansa religi dari Minang, Melayu, dan Aceh-penonton diberi pesan untuk menempatkan dua hal secara proporsional: hasrat berkuasa dan kecintaan pada diri sendiri. Secara harfiah dan metaforik, selama ini kedua hal itu menjerumuskan manusia pada perang dan konflik. (NAR)

Search :
 
 

Berita Lainnya :

·

Yayasan ABNR Bantu Mahasiswa Indonesia

·

Pementasan Puisi Cinta di Akhir Tahun



 

 

Design By KCM
Copyright © 2002 Harian KOMPAS