Jakarta, KCM
Laporan: Martian Damanik
 |
| foto: wisnubrata |
Setelah diwarnai adu pukul antar sesama anggota MPR, Sidang Tahunan MPR 2001 di gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (1/11)dilanjutkan lagi dengan rapat paripurna kedua, mendengarkan progress report lembaga-lembaga tinggi negara. Pemerintah mendapat giliran pertama untuk menyampaikan laporannya. Presiden Megawati Soekarnoputri sendiri yang akan menyampaikan laporan ini di depan sidang yang juga dihadiri oleh para duta besar negara-negara sahabat itu.
Mengenakan kebaya putih, Presiden Megawati tiba di gedung MPR/DPR sekitar pk 11.28 WIB. Presiden didampingi oleh Wakil Presiden Hamzah Haz serta para menteri kabinet gotong royong.
Dalam kesempatan itu, Presiden akan menyampaikan laporan setebal 40 halaman dan diberi waktu sekitar 60 menit. Setelah pemerintah, berturut-turut lembaga tinggi negara yang akan menyampaikan laporannya adalah Dewan Pertimbangan Agung (DPA), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Mahkamah Agung (MA).
Sidang paripurna pertama setelah diskors 15 menit akibat kericuhan tadi, akhirnya dilanjutkan kembali dengan membaca surat-surat yang masuk atau yang diterima oleh pimpinan MPR. Rapat paripurna pertama tadi juga telah berhasil meyepakati rancangan keputusan Sidang Tahunan MPR (ST MPR) dan pengesahan jadwal ST MPR. (mbk)